PEMAHAMAN INOVASI MELALUI BERBAGAI KASUS

By poetry - 02.33

I just want to share how my way... to understand the subject ...of my lovely... innovation...the inspiring lecturer...the innovation how to build by writing something about all of the malfunctions all of the uncomfortable conditions in our circumstance....Innovation like the sword to cut you traditional minds, thingkings, perspectives, hearts,.....

1. INOVASI PADA PT. UNILEVER TBK MELALUI MOLTO ULTRA
(Gerakan Nasional Penghematan Air; Gerakan Sekali Bilas)

Sebagai bentuk wujud kepedulian Molto terhadap ketersediaan air bersih di Indonesia, sekaligus usaha penghematan air, Molto melakukan Gerakan Sosial; ’Gerakan Sekali Bilas Molto.’ Sebagai brand pelembut dan pengharum pakaian, Molto menyadari betul masalah akan kelangkaan air bersih sehingga tergerak berinovasi dengan mengeluarkan variant terbaru Molto Ultra.

Molto Ultra Sekali Bilas dengan bahan penghilang busa (kwaterner amonium klorida 10%), seketika hanya dengan sekali bilas dan dapat menghilangkan residu detergen dari pakaian serta anti redeposisi yang dapat mencegah kotoran menempel kembali ke pakaian.

Dengan “Gerakan Sekali Bilas” yang diusungkan oleh Molto, mengajak keluarga Indonesia khususnya ibu rumah tangga untuk merubah kebiasaan mencuci yang tadinya pembilasaan dilakukan 3x, kini bisa dilakukan hanya dengan 1x bilas saja. Tentu saja dengan 1x bilas, selain menghemat air juga menghemat waktu, tenaga dan biaya. Cukup dengan membilas pakaian yang telah di rendam degan detergen, lalu masukan ke air yang sudah dicampur oleh larutan pewangi Molto Ultra dan pakaian Anda pun menjadi bersih dan wangi

“Gerakan Sekali Bilas Molto”, telah diikuti oleh 2000 anggota Ibu PKK Propinsi DKI Jakarta, yang telah membuktikan secara langsung manfaat dan penggunaan Molto. Dan tanggal 20 Desember 2008, gerakan sosial ini juga dilakukan di Jogja Expo Center, Yogyakarta, menghadirkan Ainul Yaqin, Marketing Manager Laundry PT. Unilever Tbk.
Diharapkan dengan adanya perubahan tata cara mencuci, dapat memberikan manfaat baik bagi individu maupun lingkungan dari segi waktu, tenaga, biaya dan turut serta dalam pelestarian lingkungan khususnya penghematan air.

2. INOVASI PADA ACER
Acer “Empowering People”. Acer didirikan pada tahun 1976, secara konsisten telah berusaha mewujudkan misinya dalam menghilangkan batasan antara para konsumen dan teknologi. Berfokus pada pemasaran merek dagang produk TI miliknya di seluruh dunia. Sebagai vendor ke-3 di dunia untuk PC dan No.2 untuk notebook Acer (produk asal Taiwan ini) mempunyai sejarah yang cukup panjang di Indonesia dan telah berhasil membawa publik awam maupun peminat teknologi kepada pemahaman teknologi terbaru. Hal ini diwujudkan melalui misinya menghilangkan batasan antara konsumen dan teknologi, dengan selalu menghadirkan beberapa produk yang diawali penelitian dan disesuaikan dengan keinginan pada konsumen.

Keberhasilan Acer sebagai peringkat pertama kategori notebook atau laptop dalam ICSA (Indonesia Customer Satisfaction Award) 2008 yang diselenggarakan oleh majalah SWA dan Frontier menjadi bukti bahwa Acer selalu mengutamakan kepuasan pada konsumennya. Acer berharap akan terus mempertahankan posisi ini di kemudian hari dan terus mengutamakan keunggulan teknologi di setiap produknya yang disesuaikan dengan keinginan konsumen.
Kedua perusahaan notebook tadi memiliki prioritas yang berbeda, Toshiba sebagai leading innovation lebih menekankan pada inovasi teknologi masa depan dan produk. Sedangkan Acer “Empowering People” lebih menekankan pada layanan purna jual (after sales service) karena belum bisa mengungguli kecanggihan Toshiba. Oleh karena itu, Acer mencoba untuk bermain dengan target yang berbeda.Sebagai wujud Acer concern terhadap pelanggannya, perusahaan ini membuka Customer Service Center di berbagai daerah.
Pada tanggal 4 November 2008 resmi dibuka Acer Customer Service Centre (ASCS) di Yogyakarta dan menjadi yang pertama di Jawa Tengah. Pembukaan ASCS tersebut menjadi momentum Acer dalam meningkatkan kualitas layanan pelanggan dan menjadi nomor satu dalam layanan pelanggan di Indonesia. Acer meamhami bahwa layanan purna jual menjadi salah satu kunci loyalitas pelanggan dan Jawa Tengah dijadikan prioritas karena wilayah tersebut termasuk tiga besar area yang memberi kontribusi pada pendapatan Acer di Indonesia.

Adapun alasan pemilihan Yogyakarta sebagai ACSC pertama di Jawa Tengah karena pengguna teknologi informasi di kota ini sangat dinamis dibandingkan dengan kota lainnya di Jawa Tengah disamping itu Acer juga menandatangani kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi terkemuka di kota Jogja, antara lain UGM, Atmajaya dan Universitas Kristen Duta Wacana. Hal ini dikatakan Jason BT Lim, Presiden Direktur PT.Acer Indonesia saat berbincang dengan penulis. Acer kini telah memiliki empat ACSC yaitu di Jakarta (Ratu Plaza dan Mangga Dua Square), Surabaya dan Medan. Setelah yogyakarta, saat ini Acer tengah memeprsiapkan untuk memperluas jaringannya ke Bandung dan membuka satu ACSC lagi di Surabaya. Selain ACSC, Acer juga melengkapi layanan purna jualnya dengan “Authorized Services Provider “(ASP) yang dikelola oleh para mitra Acer di Indonesia dengan supervise ketat dari tim layanan pelanggan Acer. Saat ini terdapat 27 jaringan service Acer yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurut Fredy Kurniawan-Direktur Divisi Customer Service PT.Acer Indonesia, “Acer berkomitmen untuk menyediakan layanan yang berkualitas, melalui pengembangan SDM, peningkatan kapasitas customer service center, pengembangan jaringan service, dan memastikan seluruh proses sejalan dengan standar mutu ISO 9001:2000.Layanan berkualitas yang disediakan ACSC di Yogyakarta adalah pelanggan Acer bisa mendapatkan layanan yang lebih cepat, karena sudah terhubung secara online dengan kantor pusat di Jakarta sehingga proses perbaikan dan penyediaan suku cadang dapat dimonitor real time.

Acer telah mengambi alih posisi hp sebagai merek PC nomor 1 di Indonesia dengan pangsa pasar 16,6%, sementara HP menyusul dengan 14,05, menurut data IDC PC tracker untuk Q4 2007. Selama tahun 2007, Acer mencatat peningkatan penjualan notebook sebesar 118%, jauh di atas rata-rata pasar 30%. Sementara untuk penjualan desktop, Acer membukukan peningkatan pesat sebesar 61%.Pada kuartal ke 3 tahun 2008, Acer mencapai posisi runner up secara global untuk pasar PC mobile atau hanya selisih 300.000 unit saja dengan penjualan PC mobile merek Hewlett Packard. Pada posisi ini, pertumbuhan Acer Year on Year (Q32007 – Q32008) mencapai 58% sedangkan Hewlett Packard hanya hanya 28,6% saja. Sedangkan pangsa pasar Acer secara global untuk PC mobile adalah 19,6%.

3. INOVASI PADA LAB CITO; LOGO DAN CORPORATE CULTURE

Untuk membina hubungan dengan para klien dan media, sekaligus memperkenalkan logo terbaru, Laboratorium Klinik CITO menggelar Gathering Innovative Human Resources, Branding Through Corporate Culture di Grand Pacific Convention Hall Yogya pada tanggal 20 Juni 2008 pukul 14.15 di Grand Pacific Convention Hall. Hadir pada acara tersebut, para HRD dari seluruh Yogyakarta dan media.

Dalam kegiatan ini Alexander Mulya sebagai pembicara menyampaikan gagasan dan ide baru yang dapat menjadikan inspirasi dan bermanfaat bagi para peserta. Inilah salah satu Values yang ingin ditampilkan Laboratorium Klinik CITO bahwa perusahaan ini memiliki Orientasi Berbagi. Hal inilah yang mendorong CITO untuk menggelar acara ini. Dengan Motto baru Cepat - Akurat - Bersahabat, kedepan Acara seperti ini akan digelar kembali dengan harapan semakin meningkatkan rasa persahabatan antar Organisasi, Instansi serta Mitra Kerja CITO.

BAGI sebuah perusahaan, brand bukanlah sekadar nama dan logo. Sebab, sebuah brand juga akan mempengaruhi corporate culture atau budaya perusahaan, mengingat brand juga bermakna janji. Membentuk corporate culture tidaklah mudah. Dengan brand, kita bisa membentuk corporate culture, dan sebaliknya dengan culture kita juga bisa membentuk brand. Satu lagi, yang menentukan yakni vision perusahaan. Karena itu, antara vision, culture dan brand atau image tidak dapat dipisahkan," demikian informasi yang disampaikan oleh Chief Consultant Brand Marketing, Brand Credence Mark Plus & Co Alexander Mulya. Turut hadir pula Direktur Cito dr Dyah Anggraini dan Kepala Cabang Cito Yogyakarta Badru Rochmat SE.

Alexander Mulya menyatakan, ibarat sebuah perahu, maka image adalah layarnya, sebagai penangkap angin atau pelanggan. Sedang culture merupakan badan perahu, karena itu harus kuat dan bagus. Sementara yang mengendalikan image dan culture adalah vision yang bisa diartikan sebagai nahkoda atau manajemen. Sedangkan logo itu sendiri sekadar bendera perahu saja. Jadi, kalau perusahaan mau berubah, harus berubah semuanya, tidak sekadar ganti logo. Kalau sekadar ganti logo tanpa ada perubahan corporate culture ya percuma saja.

4. INOVASI PADA COCA COLA INDONESIA

Inovasi adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadikan Coca-Cola Indonesia semakin besar, dikenal luas, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Melalui riset dan pengembangan (Research & Development), Coca-Cola terus berinovasi untuk menciptakan produk, kemasan, strategi pemasaran, serta perlengkapan penjualan baru yang lebih berkualitas, kreatif, serta mempunyai ciri khas tersendiri.

Dengan memahami kebutuhan dan perilaku konsumen, serta potensi kekayaan alam Indonesia, Coca-Cola berinovasi dengan menciptakan produk-produk baru yang menjadikan produk minuman cepat saji Coca-Cola mempunyai rasa dan pilihan yang beragam. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih spesifik, pada tahun 2002 Coca-Cola meluncurkan AQUARIUS, minuman isotonik yang diperuntukkan bagi mereka yang aktif dan gemar berolahraga. Pada tahun yang sama, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea, teh dalam kemasan botol dengan aroma bunga melati yang khas. Pada tahun 2003, Fanta menghadirkan campuran dua rasa buah, orange dan mango, yang disebut "Fanta Oranggo", setelah pada tahun sebelumnya sukses meluncurkan Fanta Nanas. Pada tahun ini pula, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Sunfill - produk minuman Sirup dan Serbuk instan rasa buah. Dengan inovasi, Coca-Cola yakin bahwa produk-produk yang ditawarkan akan mampu memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia.

Selain berinovasi pada produk-produk baru, Coca-Cola juga mencoba mengembangkan desain kemasan minuman, serta meningkatkan kualitasnya. Setelah meluncurkan Frestea dalam kemasan botol, pada akhir tahun 2002, Coca-Cola Indonesia meluncurkan Frestea dalam kemasan Tetra Wedge yang lebih mudah dan praktis untuk dibawa. Pada akhir 2003, Coca-Cola, Sprite, dan Fanta hadir dalam kemasan kaleng ramping baru yang unik. Pada tahun 2004 ini, Coca-Cola hadir dengan inovasi terbaru yaitu botol gelas berbobot lebih ringan 30 % dengan desain mungil, imut, tapi kuat. Inovasi kemasan produk akan terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan teknologi terbaru.

Strategi pemasaran Coca-Cola mempunyai ciri khas tersendiri, yang unik dan kreatif. Berbagai program promosi diadakan sesuai dengan event yang sedang berlangsung, baik melalui konser musik, pameran, promo penukaran tutup botol, hadiah kejutan, maupun iklan TV. Pada tahun 2004 ini, iklan Coca-Cola versi Kabayan dinobatkan sebagai iklan paling efektif dalam bulan Pebruari dan Maret versi survey TV Ad Monitor MRI. Promo Coca-Cola juga memanfaatkan momentum tertentu, misalnya: Demam Piala EURO 2004. Dengan memanfaatkan event berskala nasional maupun internasional, Coca-Cola mencoba tampil dengan strategi pemasaran baru yang menarik masyarakat.

Selain berinovasi dalam produk, kemasan, dan strategi pemasaran; perlengkapan penjualan baru juga dikembangkan ke arah yang lebih baik. Berkaitan dengan inovasi ini, Coca-Cola Indonesia menciptakan jenis krat baru yang lebih ringan, dibuat dari bahan yang ramah lingkungan.

Kunci sukses inovasi tersebut adalah kolaborasi yang baik antara Coca-Cola Bottling Indonesia dan Coca-Cola Company, pengembangan varian minuman cepat saji dengan rasa baru, serta keinginan untuk menjadikan Coca-Cola Indonesia sebagai perusahaan minuman cepat saji yang lengkap.(http://www.itpin.com/blog/2006/12/05/contoh-contoh-inovasi-indonesia/)


5. CONTOH INOVASI DALAM PENDANAAN SEKOLAH

Setelah pelaksanaan Lokakarya di Yogyakarta pada awal September 2003 yang lalu, tiga kabupaten dalam program MBE mulai menerapkan formula alokasi dana pendidikan yaitu Pacitan, Probolinggo dan Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Sistem ini menyerahkan lebih banyak keputusan kepada tingkat sekolah.

Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan telah berinisiatif memasukkan rancangan alokasi dana operasional pendidikan berdasarkan formula dalam RAPBD 2004. Formula tersebut disusun berdasarkan biaya tetap dan jumlah murid. Sejak program MBE (Managing Basic Education) berjalan, semua guru di SD Baleharjo 2 Pacitan telah mengubah kelasnya untuk menunjang penerapan PAKEM. Tempat duduk siswa telah dikelola dalam bentuk ‘U’ dan hasil karya anak dipajangkan secara rapih dan menarik. Hal ini didukung sepenuhnya oleh Komite Sekolah.

Kemudian Pengelolaan dana pendidikan di Kota Magelang juga merupakan contoh terobosan penting dalam pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah. Seluruh sekolah di Kota Magelang, tingkat dasar dan menengah, memperoleh sejumlah dana operasional yang berbeda-beda. Alokasi dana pendidikan tersebut dilakukan berdasarkan jumlah siswa, tingkat kemiskinan, keadaan fisik sekolah, maupun kinerja sekolah. Dengan demikian, pembagian dana pendidikan telah mencakup prinsip keadilan dan efisiensi. Jumlah dana untuk menunjang operasional sekolah cukup besar. Pada tahun 2002 dana untuk SD antara Rp 3 s.d. 12 juta per tahun dan untuk SMP antara Rp 11 s.d. 56 juta per tahun.

Pengembangan dana pendidikan berdasarkan formula yang transparan ini dapat dilakukan jika daerah mempunyai data seluruh sekolah yang mencakup kriteria keadilan dan efisiensi. Kriteria keadilan dapat dicerminkan antara lain melalui data jumlah murid, jumlah murid miskin maupun tingkat kemiskinan di sekolah tersebut. Sedangkan kriteria efisiensi mencakup dua hal. Pertama, keadaan fisik sekolah, misalnya: jumlah buku, kondisi fisik ruang kelas, dan gedung sekolah. Kedua, kinerja sekolah, misalnya tingkat pemahaman murid terhadap pengajaran yang diterima, sementara ini dapat digunakan Nilai EBTANAS Murni (NEM) atau Nilai Ujian Akhir Nasional (UAN).
Daftar Pustaka:
Nurani, Putri Ana, “Analisa Perilaku dan Taste Pendengar Radio di Yogyakarta melalui Pengumpulan & Pengolahan Data Kuisioner, Interview Responden untuk mendapatkan Taste’s Market”yang Digemari, dengan Obyek Studi; Rakosa Female Radio”, 2007
Mata Kuliah Inovasi Bisnis: Drs. Munrokhim Misanam, MA.Ec, Ph. D
Wawancara (reportage) penulis:
- pada acara Gathering Innovative Human Resources, Branding Through Corporate Culture di Yogyakarta.
- pada peresmian Acer Customer Service Centre (ASCS), di Yogyakarta.
- berbagai sumber dari internet; (30 Desember 2008) pk. 20.15 wib
- http://www.itpin.com/blog/2006/12/05/contoh-contoh-inovasi-indonesia/)
- http://mbeproject.net/example.htm
- http://poetryana.blogspot.com/ Acer Empowering
- http://wikipedia.com

(It's submitted for my Innovation's Business Assignment: Mr Munro, PAN January 5th, 2009 )

  • Share:

You Might Also Like

3 Comments