Joop de Wilde and Me

By poetry - 21.03



Flashback …Bulan Maret 2007 lalu, saya masih ingat kala itu, ketika saya didapuk untuk menjadi Liason Officer pada perusahaan dimana saya bekerja, kebetulan kami kedatangan tamu sangat spesial dari Belanda, Joop de wilde, yang merupakan sahabat saling berbagi pengalaman, pengetahuan (knowledge) khususnya dalam dunia broadcasting. Joop, nama sapaan yang begitu akrab terdengar telinga, adalah seorang kepala editor program radio jaringan, pada Radio 1 dan Radio 5 ini (perusahaan AVRO yang bertempat di Postbus 2 1200 JA Hilversum). Perlu diketahui bahwa radio 1 dan radio 5 merupakan radio jaringan dengan program berita dan informasi, kalau di Indonesia semisal Radio Republik Indonesia (RRI) yang memancar keseluruh pelosok negeri (nasional).

Dan untuk kali kedua Joop datang ke Indonesia, pada bulan itu, ada satu ilmu yang dibagi yaitu program PC Radio 5. Tidak hanya untuk radio dimana saya bekerja saja, tapi juga untuk mahasiswa dan seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga agenda di hari ketiga Joop menjadi narasumber dalam seminar tentang keradioaan dan program terbaru PC Radio 5 (saya menjadi moderator kala itu). Seminar tersebut mendapatkan respon yang sangat luar biasa, banyak diantara peserta notabene berasal dari radio di Yogyakarta ingin sharing sekaligus bertanya, apa kelebihan program radio 5 ini dibanding program radio yang sudah mereka miliki, atau para mahasiswa komunikasi (broadcasting) yang begitu appreciate untuk lebih memahami program ini. Mereka mengaku seminar ini menambah wawasan tentang teknologi informasi dan komunikasi.
Selama 5 hari menjadi LO, banyak sekali hal yang saya dapat, tentang bagaimana sosok Joop yang terbuka sekaligus senang membagi ilmu. Dalam percakapan kami, seringkali saya menanyakan bagaimana negara Belanda (negara kincir angin ini), apakah benar indah seperti yang dilukiskan, dengan bunga tulip sebagai permadani. Bagaimana juga dengan cuaca disana, dan yang paling menarik lagi bagaimana universitas disana. Karena memang benar banyak sekali tawaran beasiswa yang diberikan negara Belanda untuk Indonesia. Mungkinkah karena tempat dan suasana yang mendukung, membuat para pelajar betah, sekaligus mampu konsentrasi dalam belajar, dan apakah alasan ini juga yang mungkin menjadi keingintahuan orang untuk berlomba-lomba menghirup “udara”, mencicipi “keindahan” Belanda. Menurut Joop, Holland is a beautiful country; udara yang sejuk (tidak ada polusi), pejalan kaki menjadi raja, dan green atmosphere it can be scenery.

Di tengah pembicaraan kami, tenyata sudah waktunya makan siang nich…bicara soal makan…saya sempat berfikir lama, kira-kira menu apa yang special? Awalnya saya bingung harus mengajak Joop kemana, karena sebagai LO saya sadar saya harus benar-benar paham apa kesukaan makanan/minuman, bahkan hobby dari Joop. Ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan sahabat saya Joop ini sudah menggemari masakan Indonesia, dari bakmi Jawa, Gado-Gado, Nasi goreng, Gudeg semua di coba.

Dan Joop bilang kepada saya bahwa di Belanda banyak sekali restoran yang menyajikan makanan seperti ini. Dia mengatakan kalo “Indonesia is the second home for me”, I like Indonesian food, people, environment, and culture, dan sudah terbiasa dengan menu makanan yang pedas, manis. Wach…sepertinya, tidak akan sulit juga nich kalo kita semua nantinya pergi ke Belanda, may be Holland will be a second home for us, terlebih lagi kita juga punya saudara-saudara di Suriname. Artinya kita sudah punya bekal cukup untuk pergi ke sana, bagaimana pendapat Anda?

Nha…suatu kali saya pernah bertanya kepada Joop, tentang universitas di Belanda. Memang ada banyak salah satunya “Utrecht Universty can be the one of place for you to study, Putri:…I am thinking of my self about it?” Why?

  • Share:

You Might Also Like

6 Comments

  1. Groove sekali berada dalam forum itu, bisa sharing, discuss tentang materi yang menarik.

    study di negeri holland, pasti menyenangkan , terutama dibidang it. caused that my concern.^_^


    ISIS

    BalasHapus
  2. wach ternyata Anda juga punya passion yang sama yach, study ke Holland, kita bisa berburu scholarship sama-sama. Sangat indah kalau sahabat yang terhormat bisa mencantumkan nama, agar kita bisa saling menyapa. Sukses buat Isis :)

    BalasHapus
  3. Mbak Poetry, saya seneng banget baca artikel mbak Poetry yang ini. Apalagi pas Mbak bingung pilih menu buat Joop.Karena saya juga pernah punya pengalaman yang sama. Waktu itu saya juga bingung, mau diajak makan kemana tamu ini.Karena Harry dan saya bahasa Inggrisnya nggak cas cis cus, dan saya nggak bisa bahasa Belanda.ha ha..Ujung-ujungnya lari ke nasgor aja.Wah, ternyata nggak cuma saya yang kaya' gitu. Saya juga senang kalo orang asing memuji negara kita, entah itu makanannya, ato pemandangannya, ato keramahan orang-orangnya.Karena hal itu membuat saya bangga hidup di Indonesia.Sulis (stm_thio@yahoo.com)

    BalasHapus
  4. Wah mb put gaulnya ama orang bule..asik donk klo pinter bhs inggris, coba aku bs bhs inggris..yg ku bs cm no moking n welcome (soalnya keset di rumah tulisannya ntu....hik..hik). Kykna enak ya tinggal di Belanda kehidupannya nyaman bebas polusi..knp kita ga contoh yee..???

    BalasHapus
  5. Hallo Sulis, ternyata kita punya pengalaman yang sama ya,bagaimana confuse menjamu orang asing, tapi ternyata makanan lokal alias tradisional-pun milik kita sangat digemari oleh orang-orang mancanegara (internasional). So enggak salah kalau orang Indonesia harus benar benar mencintai budaya, kesenian, kuliner, obyek wisata, merupakan kekayaan yang tidak tergantikan, seperti pakar filsuf bilang uri-uri budaya tradisi, berpihak pada kearifan lokal betapapun era globalisasi maupun perubahan seakan bergulir begitu cepat. Dan saling menghormati menghargai agaknya jadi kunci, agar orang bisa menerima kawan baru:)

    BalasHapus
  6. wiihh rame juga nih blognya poetry... selamat ya poet...
    yang aku tahu dari belanda sdikit euy.. paling cuma Ajax, tim orange, bunga tulip, kincir angin, leiden (kota yang banyak menyimpan naskah2 kuno asli indonesia), hmmm apalagi yahh... van nistelrooy, van basten, van persie, van ngantukkzzzz tidur dulu poet... :)

    BalasHapus