Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) dengan Riau tourism Board (RTB) menjalin kerjasama yang didasarkan pertemanan (Tourism Friendship) untuk mengembangkan pariwisata didaerah masing masing.
Salah satu realisasi kegiatan tersebut adalah peresmian rumah wisata Sleman atau omah Sleman di obyek wisata Alam Mayang. Acara ditandai dengan pembukaan selubung Prasasti oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dengan Sekda Kota Pekan Baru.
Malam sebelumnya, ketika jamuan makan malam Bupati Sleman Sri Purnomo bertemu langsung dengan walikota Pekanbaru, Firdaus, ST, MT membahas lebih lanjut kelanjutan kerjasama tersebut.
Walikota Pakanbaru, Firdaus mengatakan Kota Pakanbaru dan kabupaten Sleman memiliki potensi yan serupa. Sumber utama perekonomian daerah sama sama berasal dari sector jasa, sedangkan untuk latar belakang masyarakat juga sama-sama heterogin, yang membedakan adalah potensi sumber daya alam, jika Pekanbaru memiliki sumber daya alam yang luas, Pemkab Sleman memiliki sumber daya manusia yang besar dan juga keanekaragaman obyek wisata dan infrastruktur kepariwisataan. Harapannya kerjasama ini akan berlanjut menjadi kerjasama antar Pemerintah Daerah.
Melihat potensi kota Pakanbaru, terlebih selama 2 tahun terakhir, investasi sector Pariwisata berkembang dengan pertumbuhan perekonomian daerah 6 tahun terakhir diatas 9%. Walikota Pakanbaru, bahkan langsung memerintahkan kepala Dinas Pariwisata Pekanbaru untuk melakukan penjajagan lingkup kerjasama dan menerima tawaran Bupati Sleman untuk mengirimkan SM untuk magang pengelolaan Desa Wisata.
Bupati Sleman Sri Purnama berpendapat bahwa kerjasama pariwisata yang terjalin dalam bentuk pertemanan (friendship of Tourism) diharapkan sebagai sarana untuk saling mengenal potensi wilayah dan saling mengisi, sehingga saling berkunjung masing-masing daerah memperoleh manfaat didalam mengembangkan kepariwisataan. Diharapkan melalui kerjasama ini mampu mengajak masyarakat berkunjung ke obyek obyek wisata nusantara, sebelum berwisata ke Negara tetangga. Karena obyek wisata Nusantara tidak kalah menarik.
Saat ini terdapat 35 desa wisata, 8 diantaranya dalam status desa wisata mandiri dan terdapat berbagai infrastruktur wisata siap bekerjasama menerima mahasiswa maupun masyarakat yang ingin magang di desa wisata maupun institusi perhotelan. Apalagi mengingat Pekanbaru memiliki potensi untuk pengembangan desa wisata.
Lebih lanjut Sri Purnomo menjelaskan bahwa didalam penembangan desa wisata, pemkab Sleman memiliki kebijakan bahwa pengembangan dan pengelolaan desa wisata harus dilakukan oleh masyarakat Sleman sendiri. Investor dari luar Kabupaten Sleman apalagi Asing tidak diperbolehkan mengelola dan mengembangkan desa wisata.
Kerjasama BPPS dengan tourism Board Riau diawali dengan peresmian rumah wisata Sleman atau omah Sleman di obyek wisata Alam Mayang, yang juga merupakan embrional untuk pendirian rumah-rumah wisata daerah lain, nantinya lewat omah Sleman mampu memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat Pekanbaru dan Riau tentang Kabupaten Sleman secara khusus dan Daerah Istimewa Jogjakarta secara umum, bahkan juga mengenalkan berbagai produk UKM Sleman.
Alam mayang adalah obyek wisata alam yang menjadi destinasi utama masyarakat kota Pekanbaru. Setiap hari dikunjungi lebih dari 3000 orang dan ketika hari libur lebih dari 6000 penunjung .
Terkait dengan dilaksanakan kerjasama yang dilandaskan pertemanan ini Ketua BPPS Jono Lesmana menambahkan landasan pertemanan kerjasama tidak didasarkan pertimbangan untung dan rugi, tetapi pertimbangan untung semua pihak. Pariwisata akan berkembang jika ada pertemanan yang saling memberikan manfaat.
Rumah Pariwisata merupakan langkah nyata wujudkan kerjasama didalam membangun pariwisata nasional yang lebih baik. Sementara itu Wakil Ketua Tourism Board Riau, Riyono Badiun mengatakan, Daerah istimewa Jogjakarata dengan Riau memiliki hubungan yang istimewa, peresmian rumah pariwisata hanya sebuah moment untuk kembangkan program pariwisata bersama. Dengan kerjasama ini Riau dapat membantu menjual Sleman dan diharapkan kedepan Sleman juga dapat menjual potensi Riau. Dengan kebersamaan didalam mempromosikan potensi wisata diharapkan masyarakat Riau dan DIY dapat saling mengunjungi.
Acara peresmian rumah pariwisata di alam mayang Pakanbaru dilaksanakan tanggal 15 Juni 2014, dihadiri oleh Sekda Kota PekanBaru, Wakil Ketua Riau Tourism Board, Pemilik Alam Mayang Suparmi Badiyun, Paguyuban Kawula Ngayogjakarta, Kadinas pariwisata Kota Pekanbaru, Kadinas Pariwisata Dinas Pariwisata Siak dan Kadinas Pariwisata Pallalawan dan pemilik Bono Surving. Acara pembukaan juga dimeriahkan dengan tarian dari Didi Nini Thowok





