Road Map to Succes

By poetry - 02.28

Road Map to success with firewalk experience (jalan diatas api, sepanjang 3 meter) berlangsung pada hari Minggu 24 Maret 2013, pk.09.00-21.00wib, The Sahid Jogja Hotel, Jl. Magelang KM 6 No. 18 Yogyakarta.

Catatan Awal

Pada hari Minggu 24 Maret 2013 pk.20.15 wib Saya Putri Ana Nurani telah berhasil melewati bara api dan api yang menyala dengan suhu + 1093’C sepanjang 3 meter.

KALAU INI BISA, SAYA YAKIN GOAL SAYAPUN PASTI TERCAPAI!!
KALAU INI BISA, TANTANGAN DIDEPAN MATAPUN PASTI BISA SAYA LEWATI!!!

Yogyakarta, 24 Maret 2013
Putri Ana Nurani, disaksikan Lanny Herawati, Ratna D. Setyawati

Ketika kita berbicara tentang Goal atau tujuan, kita harus tahu apa tujuan kita dengan jelas, dan mampu mendeskripsikan secara detail. Sebenarnya apa saja yang menjadi hambatan kendala bagi kita untuk meraih Goal. Fikiran-fikiran negative yang memenuhi otak, dan hati kita, seperti ketakutan  atau rasa khawatir sesuatu yang ada didepan kita, ketidakpercayaan diri, rasa malas, tidak disiplin, tidak cerdas memanfaatkan waktu dengan baik, atau cenderung menyia-nyiakan kesempatan yang ada didepan kita, karena kita berfikir moment tersebut pasti akan datang lagi di masa depan. 

Mari kita coba untuk evaluasi diri, terlebih lagi saya sebagai penulis untuk mengidentifikasi apa saja keburukan atau kekurangan saya,  misalnya jika disebutkan antara lain sbb: saya  termasuk orang yang senang menunda pekerjaan, ketika pekerjaan menumpuk, akibatnya saya harus lembur di akhir weekend, bukan itu saja saya senang menganggap remeh hal-hal yang berada depan saya, sehingga ketika harus melakukan meeting atau memimpin pertemuan, sering tanpa melakukan persiapan terlebih dahulu. Berikutnya saya bersikap perfect atau ingin semuanya sempurna, terkadang menjadi penyebab bekerja tanpa speed cepat alias lelet. Karena berpendapat bukan ekstrovert cenderung introvert sehingga ketika diajak bergaul (hang out, kegiatan after hours jarang hadir bahkan cenderung mengasingkan diri), saya juga merasa kurang percaya diri jika bertemu dengan orang baru, dan kurang kreatif atau inovatif, bukan itu saja saya pribadi yang kurang sabaran, cepat marah dengan situasi yang tidak sesuai dengan harapan saya. Saya lebih senang berkata-kata daripada melakukan action atau tindakan. Saya pribadi yang takut mencoba sesuatu yang baru sehingga senang di zona zaman. Dengan menuliskan keburukan atau kelemahan-kelemahan kita dalam secarik kertas, kita ungkapkan semua perasaan, uneg-uneg kita, kendala aatau hambatan hidup kita.  Berikutnya tahap selanjutnya coba kita identifikasikan kelebihan-kelebihan kita. Kalo sebelumnya kita menuliskan kekurangan sebagai sarana introspeksi kita dalam hidup, dan berusaha untuk mengubahnya dengan tempo secepat-cepatnya, continue, bertahap. 

Berikutnya mengetahui kelebihan-kelebihan kita mampu membangun kepercayaan diri kita.  Secarik kertas berisi kelemahan-kelemahan itu mari kita remas dalam tangan kita, dan lemparkan kedalam api yang menyala. Yang berarti mari kita buang semua sikap, tindakan buruk ganti menjadi pribadi saya  yang terbarukan, yaitu; Saya orang yang senang  bekerja  cepat tidak menunda, dapat memenuhi dateline kerja, sehingga saya dapat manfaatkan waktu di hari libur untuk pergi rekreasi bersama keluarga, bersilaturahmi dan melakukan kegiatan social/ kemanusiaan. Saya serius dalam menjalankan sesuatu termasuk melakukan persiapan dalam segala hal Saya menjadi pribadi yang smart bekerja  sehingga memberikan kepuasan bagi para klien, kolega, atau perusahaan. Saya menjadi pribadi yang smart belajar sehingga dapat lulus tepat waktu, prestasi memuaskan. Saya bekerja dan belajar cepat dan cerdas sehingga menjalankan sesuatu dengan tuntas.  Saya menjadi pribadi yang terbuka menjalin relationship baik dengan sahabat, teman, kolega, mampu membangun team work denga baik. Saya menjadi pribadi yang update sesuai perkembangan zaman. Saya menjadi pribadi yang PD tidak over convidence dalam bersikap, Saya harus mampu menciptakan sesuatu yang baru (inovatif) hasilnya dapat berguna untuk kemaslahatan umat. Saya harus memiliki leadership yang mumpuni. Menjadi orang yang rendah hati, murah hati, santun, sabar, istiqomah. Menjadi orang terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME. Dan menjadi orang ya talkless do more, dare to success.

Tahap selanjutnya, mari kita tulis Goal kita, semisal;
Goal Anda adalah saya ingin lulus Program Doktor Fakultas Ekonomi
Yang harus dilakukan belajar lebih optimal, bekerja lebih smart, evaluasi diri, terapkan strategi.
Dengan menetapkan goal yang jelas, kita tahu apa yang harus dilakukan Do or Don’t

Lihat, Dengar dan Rasakan…
Lihat bagaimana goal tercapai
Dengarkan bagaimana goal tercapai
Rasakan bagaimana goal tercapai, terharu ketika kita bisa meraih Goal dan mampu berbagi dengan sesama.

Lulus tepat waktu, mampu berguna bagi masyarakat sekitar dengan prestasi akademik yang dimiliki, mampu mengaplikasikan ilmu dan berguna bagi bangsa -negara, mampu menjadi pribadi yang unggul berakhalaqul karimah, mampu menuliskan karya atau buah fikiran di journal.

Catatan Tengah 

Catatan kecil saya;
1. Fokus! Fokus! Fokus!!
2. Chunking down (goal), bagaimana caranya makan GAJAH
3. You are not sick just only thirsty
(secara eksplisit mungkin seperti ajakan bagi Anda untuk minum (secara harfiah). Ingat minum 3 liter setiap hari untuk per 100kg berat badan, berikutnya jika Anda sakit, solusinya coba minum air putih sebanyak-banyaknya.
4. Baca Buku
(tapi dalam arti implisit pentingnya Anda untuk haus ilmu pengetahuan baca buku apa saja, lakukan rutin setiap hari).
5. Berfikir progresif
    Tahu apa yang dilakukan atau progresif (berfikir), dibuat dengan rinci
6. Simple
     Kita sederhanakan 3600 detik (60x60)= 60 menit = 1 jam
7. Chunking size
     apa yang harus dilakukan
     Belajar dari Walt Disney, membagi ruang menjadi tiga sebagai berikut:
     Lihat gambar 1.1


Berikutnya;
Anda Lihat                        
Anda Dengar
Anda Rasakan
Fokus apa yang diinginkan

Walt Disney;
Ruang Pertama Bermimpi; 
bagaimana Walt Disney bermimpi atau membayangkan membuat tokoh hewan yang dibenci (MickeyMouse) tapi di gambarkan  sebagai tokoh baik hati, sehingga dari tokoh yang tidak disukai tersebut menjadi tokoh yang disukai atau menghibur.
Ruang Kedua Kritis; 
bagaimana Walt Disney berfikir, performance apa yang akan ditampilkan, apakah tokoh yang dimaksud menggunakan pakaian atau baju, jika ya warna apa yang dipilih, dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya yang timbul.
Ruang Ketiga realisasi; 
bagaimana Walt Disney melakukan pemasaran agar produk yang dimiliki sampai ke tangan masyarakat (bagaimana cara menjualnya).
Kini kita tinggalkan proses berkreasi selanjutnya kita menuju tahap pengenalan Area Diri

Area Diri terbagi 5 kawasan:

Lihat gambar 1.2

Keterangan:

A. Area spiritual; sebaiknya berdoa itu bukan hanya dilakukan pada saat kita ingin permohonan terkabul. Doa dipanjatkan sebelum dan sesudah kita berikhtiar. Biasanya doa hanya focus meminta, padahal adab doa yang tepat caranya awali dengan memuji terlebih dahulu (ini tanda kita bersyukur).

B. Area intelektual; Ingat! belajar yang terbaik adalah belajar dari yang terbaik atau kerjasama dengan yang terbaik

C. Area kesehatan;  lakukan dengan konsumsi makan yang tepat, misalkan kita akan makan nasi, lakukan diet karbohidrat dengan cara mengurangi kuantitas jumlah asupan dari 2 centong menjadi 1 centong, diet lemak jahat, dengan cara perbanyak konsumsi sayur-sayuran dan buah dan terapkan pola makan yang benar. Chunking down menu; awali appetizer terlebih dahulu baru menu utama, karena menu utama akan dicerna ½ -1 jam berikutnya. Berikutnya konsumsi air putih biasa tidak dingin. Proses penghancuran karbohidrat, protein lemak (asam), jika bertemu dengan mineral atau vitamin akan mempengaruhi enzim.

Dan penting sekali untuk memberikaan bayi atau buah hati dengan ASI (air susu ibu), serta memberikan camilan yang sehat roti gandum. Selain air putih apakah minum yang sehat.; Jeruk lemon diiris menjadi 6 slice, masukkan sekulitnya ke dalam air putih; akan terbentuk air alkalin yang bersifat basa. Manfaatnya, stamina tubuh menjadi lebih tahan lama 10 kali lebih kuat, karena alkalin dapat membunuh virus menyehatkan pencernaan. Untuk bugar lakukan olahraga sampai slowborn (sampai terengah-engah). Oleh karena itu bagi Anda yang bertubuh lebih berat kurangi protein, sebaliknya bagi Anda yang kurus konsumsi lebih banyak asupan proteinnya (putih telur rebus)

D. Area Finansial
Karir bisnis, financial; Anda tidak ingin miskin maka belajar ilmu financial asset alokasi .
Orang yang kaya itu disiplin menyisihkan bukan menyisakan
10% amal (hukum gravitasi)
minimal 10% untuk belajar,
10% untuk investasi aman (nilainya bertambah, capital gain),

Pilihan Investasi
-     Reksadana unit link
-     Middle ; emas logam mulia 99% (batangan) LM karena kadar emas 75-85%          
Emas lokal dan emas antam (logam mulia) sertifikat
Keuntungan; Emas lokal  harga murah dibanding antam, saat penjualan maka akan turun, jika tidak dibeli di tempat sebelumnya. Sedangkan jika LM Antam harga lebih mahal tapi dijual dimanapun sama/ harga tinggi/stabil. Dan investasi Commercial property (kondotel)
Penting investasi emas, tanah (favorit investasi), lebih baik lagi, emas, reksadana
Minimal 10% untuk seneng-senang,
Apabila cicilan Anda lebih dari 10% penghasilan Anda (kalau Anda menghapus senang-senang Anda maka Anda gak pernah senang perlu win win net profit sama sama kerja
50% untuk kebutuhan hidup
orang kaya mampu menunda kesenangannya. 
Gengsi tidak membuat kita kaya, tapi kaya membuat kita gengsi
Belajar dari para gajah

Sebagai symbol bahwa kita semua mampu untuk mencapai tujuan (GOAL)
Cara berjalan di atas api. Api, 70% ketakutan, tidak akan pernah terjadi          
                 
Catatan Akhir:
Strategi, cari orang yang sudah sukses berhasil mencapai goal
Kapan Anda mau dihubungi untuk minta belajar
Sumber daya apa yang dibutuhkan / diperlukan untuk mencapai goal
Kebiasaan apa yang harus dimiliki. Lakukan hal kecil tapi rutin;
Bangun pagi
Baca 1 bab 1 hari
Kebiasaan apa yang harus anda buang

E. Area relationship
Relationship= jarak dibagi waktu
                          Waktu/jarak
Dalam sebuah hubungan atau rumah tangga sekalipun, jika Anda berkata tidak sempat atau  tidak ada waktu; maka jarak dekat apapun, hubungan anda terasa imaginer/ tidak nyata; akibatnya cinta akan hilang, cinta kepada dan dari orang tua dan anak semakin hilang.

Dari ulasan diatas mengajak kita khususnya penulis untuk merenung memperbaiki diri, peduli kesehatan kita, kehidupan keluarga, karir, bisnis, dan hubungan dengan orang sekitar yaitu keluarga, pasangan hidup, anak, orang tua, family, dan lingkungan masyarakat.

  • Share:

You Might Also Like

3 Comments