ASEAN IN YOUR HAND

By poetry - 19.08

ASEAN IN YOUR HAND,”Menyongsong Komunitas ASEAN 2015 dengan Integrasi Konstruktif Berbasis Kerakyatan (people centered)”, tema yang digelar dalam lomba blog ASEAN 2013, merupakan media edukasi, informasi, pengetahuan, tukar pendapat serta komunikasi dari berbagai unsur masyarakat. Tidak banyak yang saya sampaikan dalam lomba ini, namun pentingnya pemahaman masyarakat tentang ASEAN, MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) atau AEC (ASEAN Economic Community), ASC (Asean Social Community) nantinya tidak hanya berpengaruh pada perekonomian, perdagangan tunggal, tapi juga berpengaruh pada sosial, politik dan berbagai aspek lainnya. Sehingga keberhasilan memasuki Komunitas ASEAN 2015 adalah keberhasilan bangsa Indonesia, dan keberhasilan seluruh anggota ASEAN. Dalam tulisan ini, penulis membagi menjadi 5 point penting, dimana seluruh ide dan kegiatan sudah dilakukan dan dirintis penulis diantaranya:

a. Bagaiman pentingnya MEA dalam perkembangaan pariwisata Indonesia khususnya Jogja
b Peran I Personal Branding dalam memajukan sebuah produk UKM menjadi produk yang mendunia studi kasus Perusahaan Mustika Ratu
c. Inovasi untuk Indonesia Mandiri berupa Wedding Planner Poetry (WPP)
d. Frainchaise Kantin Kejujuran dalam membantu menciptakan iklim positif bagi lingkungan
e. Memberikan kesadaran kepada masyarakat khususnya para ibu agar melek Bahasa Inggris dan Pentingnya Menciptakan Iklim Gemar Membaca
f. Pentingnya sebuah komunitas dalam mendukung kegiatan 
Meskipun point-point tidak ditulis secara berurutan, namun diharapkan pembaca dapat memahami dengan mudah persiapan dan pelaksanaan apa saja yang urgent bagi masyarakat maupun individu guna mendukung percepatan sosialisasi Komunitas ASEAN 2015 (salah satunya MEA) meskipun kegiatan ini dalam lingkup skala kecil.

1.Pentingnya Pemahaman Masyarakat Ekonomi Asean (Economic Asean Community) Dalam Perkembangan Pariwisata Indonesia

Dibalik ancaman alam, ada yang lebih mengancam yaitu persaingan yang akan semakin mengglobal khususnya ditahun 2015, seperti halnya perdagangan yang menjadi satu, begitu juga pariwisata, berbagai produk luar akan membanjiri Indonesia (khususnya Jogjakarta) dan bahkan sumber daya manusia juga tidak kalah exist. Bahkan investor asing banyak yang tertarik untuk menanamkan modal di Jogja, tanah atau lahan Jogja makin menjulang tinggi permeternya, bahkan lebih dari 20 juta permeter bahkan lebih. Untuk itu, saya mengajak kepada pembaca “Mari perkuat batik kita, batik Jogja Indonesia, mari perkuat budaya kita budaya Jawa, mari lestarikan situs-situs peninggalan cagar budaya sebagai milik kita, mari lestarikan bahasa kita, culture budaya kita, berbagai alat seni khas Jawa, berbagai karya lagu, seni lukis, seni kriya, seni tari dsb-nya”. Kutipan diatas adalah salah satu pendapat sekaligus rekomendasi yang penulis berikan selaku pelaku industry pariwisata dalam menciptakan strategi pemasaran pariwisata Jogja dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat perlunya peran I Personal Branding baik yang bersumber jadi pemilik atau pemangku kepentingan, pelaku usaha pariwisata, maupun masyarakat sebagai agen perubahan, hingga nantinya I Personal Branding itu yang mampu membuat pariwisata Indonesia khususnya Jogja memiliki unique selling point, identitas yang hanya dimiliki bangsa kita sendiri.

Mungkin kalau strategi Pemasaran dilakukan dengan bauran seperti strategi produk, strategi price (harga), strategi tempat/distribusi (place), strategi promosi, dan terus berkembang hingga dikenal istilah 7P dimana melibatkan People (Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik), Process (Proses). Kalau boleh satu yang perlu ditambahkan menurut saya adalah Passion

Kenapa? Jika semua elemen penting sudah mencakup, produk sudah bermutu, promosi sudah continue dan efektif, harga sudah kompetitif, tempat sudah strategis, dan sudah memberikan servis terbaik dengan komuniksi dan kenyamanan serta kemudahan bagi customer yang ingin dan butuh, maka satu yang penting ketika persaingan tidak lagi sehat, iklim pariwisata makin turbulensi, maka satu kunci yang perlu ditanamkan adalah 1 P terakhir yaitu Passion, terkait semangat, gairah, hasrat bagi seluruh elemen masyarakat untuk setia dengan Pancasila, bangsa Indonesia, mencintai produk sendiri. 

Promosi yang paling mudah melalui I-Branding Personal branding, meskipun terdapat kelebihan dan kekurangan, akan tetapi jika personal branding sudah dimiliki oleh seluruh anggota masyarakat maka dalam setiap karyanya baik nasional atau internasional, selalu melibatkan betapa tingginya budaya asal (origin) yang dimiliki, setiap orang menjadi marketer bagi pelestarian budaya adiluhung bangsa kebudayaan Jawa melalui kiprahnya masing-masing). 

Sedangkan untuk perekonomian dan kepariwisataan harus berintegrasi satu dengan yang lain, semisal, menjalin kerjasama serta komunikasi yang baik antar asosiasi pelaku industri untuk bersama-sama ber- gandengan, bersama kita pasti unggul. Coba kita lihat air sabun di bak cucian, ketika mereka mengumpul menjadi satu maka akan sulit untuk terjerembak atau masuk kelubang, akan tetapi jika terpisah satu persatu yang terjadi mereka (baca; air sabun) dengan gampang masuk mengikuti arus air ke bawah. (dikutip dalam http://www.poetryana.com/2012/12/kabudayan-jawa-sebagai-personal.html)

2. Peran I Personal Branding dalam memajukan sebuah produk UKM menjadi produk yang mendunia studi kasus Perusahaan Mustika Ratu

Sebagai contoh peran  I Personal Branding bukan hanya memperkuat Corporate Branding bahkan mampu menyukseskan sebuah produk UKM yang hanya bersifat lokal, nasional justru mampu mengglobal atau mendunia, kita ambil contoh produk Mustika Ratu.

Sedangkan peran teknologi sendiri dalam mendorong pemasaran sebuah produk UKM sangat signifikan. Terlebih melalui media internet seorang pembeli atau pengguna dapat mengetahui secara lengkap produk yang diinginkan melalui website yang dapat diakses begitu cepat dalam hitungan detik tanpa ada halangan yang berarti. Bicara soal website, mengutip dari harian Kompas/klasika, Senin 19 November 2012, halaman 38 berdasarkan riset yang dilakukan MarkPlus Insight menunjukkan pertumbuhan yang signifikan penggunaan internet dari tahun ke tahun, untuk tahun 2011 sebesar 40-45 %. Banyak orang memanfaatkan peluang menawarkan barang dan jasanya lewat online, tidak salah kalo toko online menjamur dimana. Meskipun maraknya perdagangan online di Indonesia baru tahun tersebut, sebenarnya metode penjualan seperti ini sudah booming di Amerika tahun 1995.

3. Wedding Planner Poetry (WPP) sebagai Inovasi untuk Indonesia  Mandiri
Bentuk kontribusi saya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia terlebih menjadi bagian dari masyarakat ASEAN adalah sebagai berikut

Dikutip dalam situs http://www.poetryana.com/2012/11/inovasi-untuk-indonesia-mandiri_14.html
Melalui lomba blog yang digelar oleh sebuah bank swasta dalam rangka HUT ke 14 bertema Inovasi, penulis mendaftarkan usaha  yang sudah digelutinya yaitu bentuk usaha jasa Wedding Planner Poetry (WPP). 

Berikutnya yang mendasari saya sangat tertarik dengan usaha tersebut antara lain menyadari bahwa perdagangan bebas di wilayah ASEAN pada tahun 2015 menuntut partisipasi Indonesia untuk aktif dan siap menjadi bagian dari masyarakat dunia.

Association of South East Asia Nations (ASEAN) memprakarsai bersatunya kawasan ekonomi di Asia Tenggara melalui pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC). Hal ini berarti pada tahun 2015 di kawasan ASEAN dunia bisnis dan perdagangan akan berlangsung tunggal, lebih cair dan tanpa hambatan. Salah satu proyek penting dalam MEA adalah penyiapan  serta penguatan Usaha Kecil Menengah (UKM) dikawasan ASEAN.

Ini bukan hanya merupakan tanggung jawab pemangku  kepentingan (pemerintah) saja, tapi juga masyarakat, akademisi, mahasiswa dan pelaku bisnis atau UKM. Pemerintah sendiri berperan memberikan penyadaran pentingnya peran UKM dalam perekonomian bangsa. Sedangkan UKM sendiri sebagai tulang punggung perekonomian bangsa mampu menyerap tenaga kerja, memberikan sumbangan GDP produk domestic bruto Non Migas.

Ketika bicara tentang UKM atau wirausaha, Indonesia masih membutuhkan 4 juta wirausaha karena sekarang baru 1,56%.  Oleh karena itu, universitas sendiri berperan untuk mendidik mahasiswanya menjadi lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, bersifat ilmiah, tapi juga berwawasan entrepreneurship. Melalui penelitian thesis yang dilakukan penulis sebelumnya berjudul Strategi Entrepreneurship pada Perusahaan Keluarga RB Group Yogyakarta, dapat diketahui bagaimana sesungguhnya Strategi Entrepreneurship pada Perusahaan tersebut. Mengapa menarik diteliti, karena perusahaan ini selain berawal dari usaha kecil atau kecil menengah, owner atau pendiri memiliki jiwa entrepreneurship, merupakan family business dan terlibat dalam proses suksesi.

Dalam melakukan penelitian, penulis menerapkan teori strategi, kewirausahaan, manajemen strategis, dan kewirausahaan strategis untuk menemukan strategic entrepreneurship pada Perusahaan keluarga RB Group. Dalam studi ini penulis juga menerapkan teori Erikson’s Psychosocial Development of Analysis dan teori Piaget’s Cognitive Development. Dengan kedua teori penulis mampu mengidentifikasi bagaimana kepribadian founder dan suksesor terkait dengan kapan waktu tepat founder melakukan suksesi, mengetahui kemampuan suksesor dan pola asuh seperti apa untuk memudahkan terjadinya suksesi. 

Sedangkan metode penelitian yang dilakukan penulis sebagai berikut, menggunakan penelitian bersifat induktif, studi kasus satu perusahaan atau industry secara mendalam, serta menerapkan metode kualitatif, sedangkan jika ada data kuantitatif sebagai pendukung saja, juga menerapkan penelitian terapan (applied research) karena penelitian yang hasilnya diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menyelesaikan masalah, juga menggunakan rancangan penelitian survey yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuosioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok.

Penelitian ini juga merupakan penelitian deksriptif bertujuan untuk menggambarkan secara cermat karakteristik dari suat gejala atau masalaah yang diteliti dala satu siasi. Studi ini bersifat deskriptif analisis menggunakan pendekatan secara kuantitatif dengan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara terstruktur maupun tidak disertai jawaban kuosioner dari responden. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku literature, jurnal dan studi pustaka.

Metode pengumpulan data dengan purposive sampling yaitu metode pengambilan sample dengan criteria tertentu yag ditentukan peneliti secara obyektif. Pemilihan sample pada individu yang duduk pada top level management. Teknik pengumpulan data observasi, kuosioner, wawancara terstruktur, dan literature. Hasil dari penelitian ini penulis mendapatkan gambaran lengkap perusahaan keluarga RB Group, sejarah perkembangn Retjo Buntung sebagai cikal bakal dari RB Group. Aspek Manajemen, Visi dan Misi RB Group. Struktur Organisasi Perusahaan, Strategi Corporate, Sejarah Terbentuknya Family Business, Evaluasi Potensi Kewirausahaan, Potret Psychological Dynamic,. Serta analisa strategi entrepreneurship yang terdiri dari fundamental element SE yaitu opportunity Identification, Innovation, Acceptance of Risk, Flexibility, Vision, Growth. Dan supporting elements of SE yaitu strategy, culture, branding, cost efficiency, transfer and application of knowledge. 

Juga ditambah beberapa elemen seperti network and alliances, internationalization,  organizational learning, top management teams and governance and resorce. Terakhir circle of SE. Kesimpulannya bahwa strategi entrepreneurship adalah strategi yang mengacu pada perusahaan-perusahaan yang ingin mencapai atau mengejar kinerja unggul melalui kegiatan secara serempak antara mencari kesempatan dan peluang sekaligus mendapat keuntungan. Baik perusahaan besar atau kecil memiliki hambatan. 

Mungkin perusahaan kecil memiliki ketrampilan lebih tinggi dalam mencari peluang, tapi juga mereka memiliki keterbatasan pengetahuan mereka akan saham, kurangnya market power yang menghambat mereka untuk bersikap competitive advantage (berdaya saing), sebaliknya  perusahaan besar memiliki ketrampilan untuk membangun competitive advantage namun beratnya penekanan pada konteks efesiensi dalam bisnis sering melemahkan kemampuan mereka untuk terus menggali kesempatan atau peluang tambahan. 

Oleh karena itu, melalui tesis tersebut penulis dapat memberikan wacana bagi kedua bisnis tersebut baik besar atau kecil untuk menyadari pentingnya arti peluang, competitive advantage sehingga perusahaan dapat sebagai the 3 E integrated skills, kemampuan kewirausahaan (entrepreneurship), pendidikan formal (education), dan pengalaman terlibat dalam bisnis perusahaan keluarga (experience of family business).
 (Nurani, Putri Ana, Magister Manajemen Pascasarjana FE UII, Thesis “Strategi Entrepreneurship pada Perusahaaan RB Group Yogyakarta", 2012.

Dari dasar di atas maka dalam kesempatan HUT 14 Bank Mandiri, salah satu inovasi yang penulis hadirkan dalam tema “inovasi untuk Indonesia mandiri” sebagai berikut bentuk usaha WEDDING PLANNER POETRY

4. Frainchaise Kantin Kejujuran dalam membantu menciptakan iklim positif bagi lingkungan
Yang kedua kesadaran perlunya menciptakan lingkungan yang bersih segala penyakit termasuk korupsi.  (menelurkan usaha FranchaiseKantin Kejujuran; saat ini baru berada di 3 tempat diantara Kantin Kejujuran Sukma Pinilih I di PT. Rakosa, Jl. Kaliurang Km 6 Pandega Sakti 8, berikutnya Kantin Kejujuran Sukma Pinilih II Toko Sri Rejeki di Jl. Tongkol III dan Kantin Kejujuran Sukma Pinilih III di Jl. Persatuan. Penulis juga masih membuka peluang seluas-luasnya bagi siapapun yang ingin bersama bergandengan tangan meciptakan iklim kejujuran melalui kerjasama seperti yang penulis tawarkan sebagai berikut 

5. Memberikan kesadaran kepada masyarakat khususnya para ibu agar melek Bahasa Inggris dan Pentingnya Gemar Membaca
Tidak dipungkiri dalam mempersiapkan diri memasuki Komunitas ASEAN di tahun 2015, tentunya banyak langkah yang ditempuh pemerintah sendiri, pemangku kepentingan, akademisi, mahasiswa, dll dalam memperkuat elemen baik segi UKM maupun masyarakat Indonesia agar tidak menjadi banga yang kagetan. Kontribusi kecil yang bisa saya lakukan adalah memberikan pelatihan melek bahasa inggris bagi para ibu yang tergabung dalam PKK, meskipun masih dalam lingkup kecil PKK RT & RW, serta membangun Taman Bacaan Sukma Pinilih yang memiliki visi Dengan Membaca Ciptakan Insan yang Berbudaya dan berkarakter. Ser.ta meluncurkan program Gerakan 60 Menit Membaca.

6. Pentingnya sebuah komunitas dalam mendukung kegiatan 
Dalam tulisan sebelumnya penulis pernah menyampaikan betapa kuatnya peran sebuah komunitas dalam mendukung keberhasilaan sebuah program, sebagai contoh peran komunitasKPK. Sehingga menjadi bagian dari Komunitas ASEAN 2015 dan ikut ambil bagian dari Komunitas Blogger ASEAN menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi penulis.

Sumber:
Nurani, Putri Ana, Magister Manajemen Pascasarjana FE UII, “Strategi Entrepreneurship pada Perusahaaan RB Group Yogyakarta), 2012.
http://www.poetryana.com/2013/05/peran-founder-mustika-ratu-dalam.html  
http://www.poetryana.com/2013/04/road-map-to-succes.htmlia-mandiri_14.html
“Road Map to success”
http://www.poetryana.com/2013/01/bank-mandiri-jawaban-keinginan-dan.html
“Bank Mandiri jawaban segala keinginan dan kebutuhan saya”
http://www.poetryana.com/2013/01/dari-tulisan-ini-ony-avrianto-jamhari.html 
“Franchise Kantin Kejujuran”
http://www.poetryana.com/2012/11/inovasi-untuk-indonesia-mandiri_14.html
http://poetry-weddingplanner.blogspot.com/2012/10/wedding-planner-poetry.ht2ml
“Wedding Planner Poetry 23 Oktober 2012”


 ASEAN Blogger

  • Share:

You Might Also Like

16 Comments

  1. Congratulations on your article, it was very helpful and successful. 6506393985c0eebf0710c5adf9a1ca7a
    sms onay
    numara onay
    website kurma

    BalasHapus
  2. Thank you for your explanation, very good content. 8e3b04b664993f34a25518526fc4cbea
    define dedektörü

    BalasHapus